Luka dahulu, baru berkarya. Lumrahnya begitu. Sudah tidak terhitung jumlah karya yang lahir setelah luka. Semakin perih lukanya, bisa jadi semakin dahsyat karyanya. Sebutlah misalnya Penyair Chairil Anwar yang menulis sajak “Nisan” usai kematian neneknya. BJ. Habibie, presiden ketiga Indonesia, juga menulis Habibie & Ainun setelah kepergian istri …