Belajar Mengantarkan Kebaikan dari Paxel

Saya percaya bahwa kebaikan selalu mengalir. Dia tidak bisa dibendung. Juga tidak akan berhenti. Dia mengalir sampai akhir. Entah kapan akhirnya. Pokoknya mengalir.

 

Maka saya tertarik ketika Paxel mengadakan acara dengan tema “Antarkan Kebaikan”, pada Jumat (9/10/2018), di Cafe Lo.ka.si, Bandung, Jawa Barat. Saya sampai di situ saat hujan. Langsung disambut dengan snack dari Omiyago. Khas snack-nya orang Indonesia, namun dengan kemasan yang lebih baik.

 

Antarkan Kebaikan, Jangan Mempersulit

 

 

Kalau orang lagi susah, jangan dipersulit. Kalau ada orang datang ke saya untuk pinjam duit, berarti memang sudah diizinkan Tuhan. Kalau Allah gak izinkan, mau muter-muter gimana juga orang itu gak akan ketemu saya.

 

Itu bukan kata saya. Saya belum sehebat itu πŸ™‚ Itu kalimat Pak Djohari Zein. Dari segi track record bisnis, dia memang sudah pantas bicara seperti itu. Sebelum menjadi sutradara berdirinya Paxel, dia telah menjadi aktor berdirinya JNE dan bisnis-bisnis lainnya. Yang masih gres, ya Omiyago dan Kolase.

 

Terus terang saya senang dengan orang tua yang senang berbagi. Apalagi yang dibagi oleh Pak Djo, begitu dia biasa disapa, merupakan hal-hal dasar dalam kehidupan. Dia mengantarkan nilai kebaikan dirinya pada para pendengarnya.

 

“Kalau mau bisnis, nomor satu adalah niatnya, manfaatnya, sosialnya. Kalau sekadar ingin untung supaya kaya, itu tidak akan longterm, tidak akan panjang,” katanya.

 

Paxel: Same-day Service

 

Bisnis jasa pengiriman barang bisa dibagi menjadi beberapa ketegori. Sebut saja misalnya regular delivery, next-day delivery, dan on-demand delivery. Itu kalau kita membaginya berdasarkan waktu sampainya paket ke tempat tujuan. Oiya, satu lagi, kategori same-day delivery.

 

Kategori yang terakhir itu yang disasar oleh Paxel. Dia menarget orang-orang yang berharap paket kirimannya sampai pada hari yang sama. Kirim pagi, sampai malam. Kira-kira begitu.

 

Ini cocok untuk orang yang bisnis frozen food. Eh, sebetulnya cocok untuk bisnis apapun hehe. Karena semua bisnis sebetulnya membutuhkan jasa ekspedisi. Kalau logistiknya gak oke, ya bisnisnya juga jadi gak oke.

 

Pengalaman Menggunakan Paxel

 

Saya memang baru tahu tentang Paxel setelah mengikuti acara hari ini. Tapi, kawan saya ternyata sudah ada yang menggunakannya. Saya memang ketinggalan kabar :-p . Dari cara teman saya itu berkomentar, sepertinya dia puas dengan pelayanan Paxel.

 

 

Ya, kawan saya itu, Venti, salah satu bisnisnya adalah menyediakan merchandise. Dia juga bisnis kue walaupun saya belum pernah merasakan kue buatannya. Untuk bisnisnya yang belakangan disebut itulah mungkin dia sering menggunakan Paxel.

 

Saya juga akhirnya menginstal aplikasi Paxel. Kebetulan hape saya android. Pengguna iPhone belum bisa merasakannya. Instalasinya begitu mudah. Tinggal klik, klik, klik. Selesai. Dan saya mendapat saldo seratus ribu. Horeeee. Ada yang mau instal juga? Jangan lupa masukkan referal code-nya: dedisetiawan πŸ™‚

 

Kawan-kawan yang datang di acara Paxel hari ini, juga langsung mencoba mengirim paket. Berarti mereka mengirim sekitar jam 9 malam. Besoknya, pagi-pagi sekali, mereka sudah happy karena paketnya sudah sampai di depan rumah.

 

Saya mau coba juga, ah. Apa yang bagusnya saya kirim ya? Ada ide? πŸ™‚

 

 

5 Comments

Leave a Reply