Cara Paling Efektif Menolak Sales

Cara menolak sales

Belum sempurna saya memarkirkan motor, seorang bapak menghampiri saya. Dia menawari obat. Langsung saya tolak.

Setelah itu saya duduk. Saya bikin janji dengan orang lain. Sayup-sayup bapak
penjaja obat itu masih menawarkan dagangannya ke orang-orang di area parkir.

Kemudian bapak-bapak itu menawarkan obatnya ke orang di samping saya. Orang yang disamping saya tampaknya tidak tertarik. Dia menolak bapak itu dengan berbagai cara, mulai dari mengaku tidak punya uang, sedang menunggu kakak, sampai akhirnya dia terlihat tidak nyaman, lalu pergi.

Saya sebenarnya sudah gatal mau bilang, “Pak, kalau orang gak mau, jangan dipaksa dong.” Tapi niat itu saya batalkan. Biarlah, selagi tidak ada tindakan kriminal, tidak apa-apa.

Tapi setelah orang di samping saya itu pergi, bapak itu kembali menawari saya. Saya langsung menolak, “Tidak, Pak.”

Eh, ternyata si bapak masih beraksi. Saya jadi berpikir, apa yang harus saya lakukan? Mau marah, tapi untuk apa? Mau ikutan pergi, tapi, kan, bapak itu yang mengganggu saya. Mestinya, kan, bapak itu yang merasa tidak enak. Kenapa saya yang harus angkat kaki? Kenapa bukan bapak itu saja yang angkat kaki?

Akhir saya dapat ide. Saya buka aplikasi Al-Quran di hape. Lalu saya baca, “A-‘uudzubillaahiminasysyaitoonirrojiim…”
Alhamdulillah, setelah itu bapak itu pergi.

Ya, saya pikir ini cara paling efektif untuk menolak sales yang tidak tahu diri. Kalau salesnya cerdas, apalagi cantik, ya, bolehlah menolaknya dengan halus seperti yang dilakukan orang di samping saya tadi.

Btw, apakah sahabat pembaca punya cara jitu lainnya untuk menolak sales? Kalau punya, mohon berbagi ya 🙂

2 Comments

Leave a Reply