Lama gak nulis cerpen. Belakangan lebih suka nulis artikel sibuk nulis liputan. Tapi, pas melihat pengumuman lomba Kampanye Antikorupsi di Telkom University, saya jadi tertarik.   Setelah membongkar folder-folder lama yang berdebu (*uhuk, uhuk, batuk), saya menemukan cerpen yang kiranya pas untuk diikutkan lomba. Cerpen itu saya edit. Saya perbaiki …

    Luka dahulu, baru berkarya. Lumrahnya begitu. Sudah tidak terhitung jumlah karya yang lahir setelah luka. Semakin perih lukanya, bisa jadi semakin dahsyat karyanya. Sebutlah misalnya Penyair Chairil Anwar yang menulis sajak “Nisan” usai kematian neneknya. BJ. Habibie, presiden ketiga Indonesia, juga menulis Habibie & Ainun setelah kepergian istri …