Kerjaan sudah beres. Deadline menulis juga sudah terlewati. Hari ini lebih santai. Sejak pagi saya di rumah saja, menemani Sofia bermain. Lebih tepatnya, jadi asistennya Sofia. Kalau dia bilang, “Oo, ooo…,” dengan cara diayun, itu berarti sepedanya nabrak atau tersangkut barang-barang di ruang tamu, sehingga saya harus sigap menolongnya.

Ashar yang cerah. Saya bergegas menuju masjid. Tidak sendiri. Ada Fadhil di samping saya. Terlihat jelas usaha bocah 9 tahun itu menyejajari langkah saya. Sesekali dibetulkannya letak sarung yang mulai kedodoran. Perut gendutnya goyang-goyang. Wajar, berat badannya 45 kilo! Agak geli juga saya melihatnya. Iseng, saya tanya dia, “Seneng ga …