Seperti ada yang hilang di antara kita ketika aku ragu-ragu menyapamu sekadar untuk menyapu debu di halaman kebersamaan kita yang telah lama tak terulang, kebersamaan yang telah usang digerogoti detak-detik waktu yang begitu angkuh tak pernah mau menoleh ke belakang “Tumben. Ada apa?” Itu respons pertamamu, ketika akhirnya aku benar-benar …