Cemas Soal Kesehatan? Yuk, Dukung Germas!

blogger kesehatan jabar

 

Tidak ada kata terlambat untuk hidup lebih sehat dan teratur. Kalau kemarin-kemarin kita menjalani hidup tidak sehat, maka sekarang saatnya hidup lebih sehat. Kalau saat ini kita merasa tua dan telah menghabiskan masa muda secara asal-asalan, maka sekarang saatnya hidup lebih teratur.

 

Saya teringat spirit di atas setelah mengikuti acara “Urang Bandung Dukung Germas” yang digagas Kemenkes RI, pada Jumat (21/4/2017), di Hotel Savoy Homann, Bandung. Acara ini dihadiri sekitar 50 blogger kesehatan dari Jawa Barat. Oiya, Germas itu sendiri merupakan singkatan dari Gerakan Masyarakat Hidup Sehat.

 

germas
Pengertian Germas

 

Kepala Biro Komunikasi Pelayanan Masyarakat Kemenkes RI drg. Oscar Primadi, MPH., menerangkan bahwa Germas bertujuan agar kesehatan masyarakat bisa terjaga, produktivitas meningkat, lingkungan bersih, dan biaya berobat menurun. Semuanya bisa dicapai kalau masyarakat berperilaku hidup sehat.

 

Dalam pandangan Sekretaris Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat Uus Sukmana, perilaku hidup sehat memang harus menjadi sebuah kebiasaan. Kalau sudah menjadi kebiasaan, perilaku hidup sehat bisa berjalan secara otomatis seperti kodrat alam. “Ada istilah, kebiasaan merupakan kodrat alam yang kedua,” ujarnya.

 

Germas, tambah Sekretaris Dinas Kesehatan Kota Bandung Nina Manarosana, bisa menghemat anggaran pemerintah yang cenderung naik tiap tahun. Sebagai contoh, anggaran kesehatan Kota Bandung tahun 2016 sebesar 67 milyar, lalu diprediksi naik menjadi 120 milyar pada 2017. Anggaran tersebut sebagian besar digunakan untuk biaya pengobatan masyarakat yang sakit dan dirawat di rumah sakit.

 

transisi epidemiologi

 

Tapi, setelah dicermati, sebagian besar masyarakat yang sakit itu mengidap penyakit yang bisa dicegah, seperti stroke dan kanker. Karena itu, melalui Germas, diharapkan masyarakat bisa hidup lebih sehat. Bagaimanapun, mencegah lebih baik daripada mengobati.

 

Acara bertema “Urang Bandung Dukung Germas” ini memang menarik dan perlu. Pada sesi pertama, saya mendapatkan sudut pandang yang menarik tentang kesehatan. Pada sesi kedua, saya mendapat penajaman tentang pentingnya memperhatikan bahasa ketika menulis. Bahasa yang kita gunakan mempengaruhi tulisan kita. Benar-benar dua sesi yang asyik!

 

 

3 Comments

  1. Pingback: Sehat Itu Murah, Sakit Itu Mahal | Dedi Setiawan

  2. Pingback: Pertanyaan Usil Tentang Penulis | Dedi Setiawan

Leave a Reply