Indonesia Maju di Tangan Generasi Kreatif

 

Apapun peran yang kita jalani, jangan pernah kehilangan kreativitas. Kata yang terakhir itu memang syarat untuk maju. Semua orang dari berbagai profesi, umur, dan daerah telah membuktikannya. Sebutlah salah satunya: Naomi Osaka.

 

Dia adalah seorang fans, pada awalnya. Kebetulan dia nge-fans dengan petenis terkenal asal Amerika, Serena Williams. Sejak muda dia sudah memasang gambar Serena di kamarnya. Tapi dia tidak berhenti di situ. Kreativitas membuat petenis asal Jepang itu mengikuti gaya idolanya: semangatnya, kerja kerasnya, kemampuannya, dan ketekunannya. Hasilnya mencengangkan, sang fans berhasil mengalahkan sang idola di final US Open 2018 yang digelar di New York, pada Sabtu (8/9/2018). Naomi pun menjadi petenis Jepang pertama yang memenangi Grand Slam!

 

Andoko Darta di acara Flash Blogging, Jumat (23/11/2018), di Bandung

 

Cerita itu disampaikan Andoko Darta pada acara flash blogging bertema “Empat Tahun Indonesia Kreatif”, Jumat (23/11/2018), di Hotel Arya Duta, Bandung. Dia sedang menjelaskan peran yang bisa dipilih oleh anak muda. Naomi adalah contoh seorang fans yang menggunakan kreativitas untuk berprestasi. Awalnya memang orang biasa, tapi kreativitas membuatnya menjadi luar biasa.

 

“Apapun peran yang kita pilih, silakan fokus di satu bidang. Kalau tidak fokus, sulit juga untuk berhasil. Dan jangan lupa untuk tetap kreatif,” kata tenaga ahli Kementrian Komunikasi dan Informatika RI itu.

 

Selain memilih karakter menjadi orang biasa, kita juga bisa memilih peran sebagai kreator, orang yang peduli, pahlawan, cendekiawan, dan eksplorer. Antara satu karakter dengan karakter lainnya bersifat setara. Bedanya ada pada kreativitas.

 

Dukungan Pemerintah untuk Insan Kreatif

 

Pemerintah menyadari benar bahwa perekonomian Indonesia bergantung pada sektor kreatif. Penyerapan tenaga kerja dari sektor ekonomi kreatif mencapai 17,43 juta jiwa pada 2017. Indonesia sendiri meraih posisi pertama sebagai high-growth market menurut The PPRO Payments and e-Commerce Report 2018.

 

Untuk itu, pemerintah menyiapkan berbagai dukungan untuk anak muda kreatif. Beberapa di antaranya adalah:

  • Pemerintah membuat platform bertemunya antara pengusaha StartUp dan investor, yaitu “Go StartUp Indonesia”
  • Pemerintah mengembangkan skema pembiayaan untuk mereka yang tidak terjangkau perbankan, nilainya sampai 10 juta per pinjaman
  • pemerintah meluncurkan program elektrifikasi. Pada 2019, targetnya adalah 99% daerah Indonesia diterangi listrik
  • Atlet peraih medali emas mendapat bonus 1,5 miliar dan menjadi PNS
  • Menyediakan beasiswa yang jumlahnya meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2017, sebanyak 2.451 dosen mendapat beasiswa dan pada 2018 sebanyak 704 orang mendapat beasiswa Pendidikan Unggul untuk meneruskan ke jenjang doktoral.
  • Membangun bandara baru yang tujuannya tidak hanya membangun perekonomian, tetapi juga untuk menyatukan Indonesia.

 

Ini juga video yang ditampilkan Pak Andoko. Hati-hati, jangan baper hehe

 

Ini juga, jangan sampai bikin baper hehe

 

 

 

Potensi Mileneals

 

Siti Meiningsih, direktur Pengelolaan Media Informasi dan Komunikasi Publik Kominfo RI, saat memberi sambutan pada acara Flash Blogging, Jumat (23/11/2018), di Bandung

 

Generasi muda punya kemampuan untuk membangun dan memajukan ekonomi bangsa. Kaum milenals punya kreativitas sehingga bisa berinovasi untuk meningkatkan nilai ekonomi. Pertumbuhan ekonomi kreatif, yang umumnya digawangi oleh anak muda, tumbuh sebesar 5,76 persen. Angka itu mengungguli pertumbuhan ekonomi di sektor listrik, air bersih, pertanian, bahkan pertambangan.

 

Penetrasi pengguna internet Indonesia, survei APJII, disampaikan oleh Siti Meiningsih di acara flash blogging, jumat (23/11/2018), di Bandung

 

“Potensi ekonomi sebesar itu datang dari para milenials. Dan untuk menggerakkannya butuh kebersamaan. Termasuk penggunaan medsos yang harus dimanfaatkan secara positif dan produktif,” ujar Siti Meiningsih, direktur Pengelolaan Media Informasi dan Komunikasi Publik  Kominfo RI, saat memberi sambutan.

 

Ajak tersebut, menurut Siti, merupakan ajakan untuk maju dan berprestasi bersama. “Jadilah Genostink, yaitu Generasi Positif Thinking,” pungkasnya.

 

Acara Keren untuk Indonesia Kreatif

 

Acara yang digagas Kementrian Komunikasi dan Informatika RI ini menurut saya sangat menarik. Tentu bukan kebetulan jika temanya adalah tentang Indonesia Kreatif. Kreativitas merupakan kunci untuk menembus segala batas.

 

Sebagian peserta Flash Blogging yang kece badai 🙂

 

Saya merasa senang bisa hadir di acara ini. Saya bisa bertemu kawan-kawan blogger dan insan kreatif lainnya. Saya juga bisa mendengar tentang perkembangan Indonesia dan program-program pemerintah yang berpihak kepada insan kreatif, termasuk para milenials.

 

Sssttt, lagi antri nih 🙂

 

Oiya, saat posting materi ini, acaranya masih belum selesai, lho. Masih ada acara pamungkas, yaitu Dongeng Cak Kardi. Bakalan seru sepertinya. Cak Kardi yang dimaksud adalah Sukardi Rinakit. Dia adalah staf presiden Gusdur, Megawati, dan Jokowi. Pastinya bakal banyak cerita seru.

 

Kita memang butuh wisdom dari cerita-cerita yang ringan. Orang Indonesia sudah biasa mengambil hikmah dari cerita, seperti Abu Nawas, Si Kabayan, dan tokoh lainnya. Cerita ringan, seperti dongeng, bisa mencairkan suasana dan menginspirasi untuk menyelesaikan berbagai persoalan. Dalam keadaan bahagia dan tenang, orang memang cenderung mendapat solusi. Orang Sunda bilang, laukna beunang caina herang. Berbagai persoalan berat bisa dicarikan solusinya secara bahagia. Inilah salah satu ciri generasi kreatif yang akan memajukan Indonesia 🙂

 

 

 

Leave a Reply