Kiat Sukses Perusahaan Keluarga Roti Ganep

ganepGenerasi pertama membangun, generasi kedua mengembangkan, dan generasi ketiga menghancurkan. Begitulah kira-kira siklus pesimistis tentang perusahaan keluarga. Tapi rupanya ungkapan itu tidak berlaku bagi Perusahaan Roti Ganep.

Perusahaan ini berdiri sejak jaman pendudukan asing dan merasakan pemerintahan enam presiden RI. Melewati kurun waktu 130 tahun, perusahaan ini survive sampai generasi kelima. Apa rahasianya? Apa juga yang dimaksud dengan perusahaan keluarga? Buku Ketangguhan Perusahaan Keluarga Bertahan Lebih Satu Abad membahasnya dengan apik.

Perusahaan keluarga merupakan perusahaan yang menggantungkan kebijakan pada seseorang yang berkuasa mutlak. Pegawainya tidak terbatas pada anggota keluarga, tapi kebijakannya tergantung pada kesepakatan keluarga. Di tingkat UKM, biasanya “orang luar” hanya menempati posisi pekerja, sedangkan pengendali utama dipegang “orang dalam”. Berdasarkan ciri tersebut, Ganep dikategorikan perusahaan keluarga.

Cerita tentang Ganep bermula dari dapur Nyonya Auw Like Nio pada 1881. Kanjeng Sinuhun Paku Buwono X, yang saat itu berpangkat pangeran, sangat gemar kue buatan Nyonya Nio. Bahkan pangeran sampai memberi nama panggilan untuk Nyonya Nio, yaitu Nyah Ganep.

“Ganep” sendiri berasal dari bahasa jawa, artinya lengkap, utuh, genap. “Nyah” dimaksudkan untuk menyebut nyonya. Berangkat dari nama pemberian pangeran itu, usaha roti Ganep dijalankan dengan filosofi sempurna, utuh, tidak setengah-setengah, tuntas, dan genap.

Jaman berganti, inovasi pun dilakukan. Saat dipegang generasi ketiga Gebroeders Oh (Oh Bersaudara), Perusahaan Roti Ganep jadi lebih modern. Adonan kue tidak lagi diaduk menggunakan tangan, tetapi menggunakan alat modifikasi. Ganep mulai membuat logo dan merek. Bahkan pada 1948 mematenkan nama “Ganep”.

Berselancar di Atas Badai

Perusahaan ini bukan tak pernah bermasalah. Saat dipegang generasi keempat, perusahaan ini sempat mengalami masalah keuangan serius. Bahkan bisnis dan bangunan toko Ganep sampai ingin dijual seharga Rp. 400 juta.

Tapi sebelum dijual, keluarga besar bertemu untuk menyelamatkan Ganep. Hasilnya, Ganep bermetamorfosis menjadi Perseroan Terbatas (PT). Dan C. Oeke Oh Lioe Nio ditunjuk sebagai direktur utama.

Berbagai pembenahan dan penyegaran kembali dilakukan, mulai dari cara promosi, variasi produk, sampai bangunan fisik. Packaging dilakukan dengan lebih menarik menggunakan plastik berlem. Logo pun diperbaharui. Sejak itu, pendapatan Ganep meningkat lagi.

Tentang produk, Ganep mengkhususkan menjual kue berbahan nonterigu. Ganep juga memberi tempat istimewa untuk kue-kue tradisional. Wingko babat, gandos rangin, opak angin, merupakan kue yang dengan mudah ditemui di toko Ganep.

Nilai-nilai yang ditanamkan generasi terdahulu juga tetap dipertahankan. Banyak yang bisa berpenampilan modern, tapi sedikit yang konsisten menjalin kedekatan dengan pelanggan. Dan Ganep tidak hanya berhasil memelihara kedekatan dengan pelanggan, tapi juga mempertahankan kesetiaan karyawan.

Melalui Ganep kita belajar mempertahankan dan mengembangkan perusahaan keluarga. Kuncinya ada empat: profesionalisme, inovasi, diferensiasi, dan konsistensi. Salam sukses!

Data Buku: 

Judul : Ketangguhan Perusahaan Keluarga Bertahan Lebih Satu Abad

Penulis : Peni R Pramono dan Wiwied Esmaningtyas

Penerbit : Elex Media Komputindo

Tahun : Cetakan I, April 2012

ISBN : 9786020022857

Dedi Setiawan

Tulisan ini pernah dimuat di MajalahInovasi

Leave a Reply