Menyegerakan Substansi, Mempermanis Ekspresi

raisa hamish

 

Di antara banyaknya lelaki yang sanggup menampakkan ekspresi cinta, Raisa memilih dia yang juga menawarkan substansi.

 

Klo kamu, pilih yang mana? 😉

 

Sebenarnya saya tidak ada urusannya dengan Raisa. Bahkan, saking tidak ada urusannya, saya baru kemarin-kemarin bisa membedakan antara Raisa dan Isyana. Kalau ditanya lagu mereka, saya juga gak tau satupun.

 

Tapi hestek #HariPatahHatiSedunia di Twitter merupakan hiburan tersendiri. Sebenarnya sudah sejak tadi malam saya mengamati TwitLand. MU mengalahkan Chrystal Palace 2-0, kok gak ada #GGMU? Chelsea juara Liga Inggris, kok hestek-nya belum naik? Yang jadi trending topic malah… Raisa!

 

Lewat twitter saya dengar kabar pertunangannya. Kalau benar begitu, saya sih senang. Meki belum sampai akad nikah, setidaknya mereka sudah menuju ke sana. Karena tidak ada ujung terindah bagi dua orang yang saling mencintai selain pernikahan!

 

 

Ekspresi Vs Substansi

 

Ekspresi biasanya memang indah. Kalimatnya bisa berupa “Aku cinta padamu”. Tapi, seindah-indahnya ekspresi, substansi tetap akan dinanti. Kalau benar-benar cinta, perempuan mana yang tidak mau mendengar ajakan menuju substansi, semisal “Aku ingin kita serius. Izinkan aku main ke rumahmu untuk bertemu dengan ayahmu. Dan jika doa kita selaras dengan kehendak Allah, semoga tak lama lagi kita akan saling melengkapi dan hidup lebih bahagia”? Kalau benar-benar cinta, lelaki mana yang tidak mau mengatakan kalimat yang senada dengan kalimat terakhir itu?

 

quote pernikahan

 

Kalau substansinya sudah oke, maka ekspresi akan menjadi pemanis. Ketika akad sudah terucap, sering terselip doa dari tamu undangan semoga kedua mempelai menjadi pasangan yang sakinah, mawaddah, warahmah. Ketentraman itu substansinya, cinta dan kasih sayang itu ekspresinya.

 

Makanya, bagi jomblo yang sudah pintar berekspresi, segerakan menuju substansi. Belajarlah dari minuman: kebanyakan pemanis malah bikin pahit. Keseringan mengobral rayu, malah bisa bikin cinta layu.

 

Substansi dari saling mencintai, ya, menikah. Kalau belum sanggup atau merasa belum waktunya untuk menikah, maka tidak perlu capek-capek cari pasangan. Kalau merasa sudah siap, maka fokus mencari calon untuk diajak menikah. Kalau sudah dapat calonnya, maka segera ajak untuk bangun komitmen. Kalau kelamaan, maka jangan salahkan kejadian Neng Raisa keburu dilamar Hamish dan Mas Haqi Rais bergerak cepat mengamankan cintanya Salmadena.  Dan kamu, masak puas hanya menyanyikan lirik Armada: Ku rela kau dengannya asalkan kau bahagia? Heuheu.

 

 

2 Comments

  1. tapi kak…bukannya harusnya lamaran dirahasiakan & pernikahan diumumkan? :p

    *lamaran aja trendingtopic, gimana nikahnya nanti?*

    btw, hestek #ChelseaChampions udah naik di pekan sebelumnya kali 😀

    btw, kalo dari kacamata politik Internasional, kira2 apa dampak dek Raisa lebih memilih keturunan Australia dibanding keturunan Jerman (Keenan Pearce)? :p

Leave a Reply