Netizen Gathering MPR RI: Diskusi, Usulan, dan Apresiasi

Para blogger berpose bersama Kabiro Humas MPR RI Ma'ruf Cahyono
Para blogger bersama Kabiro Humas MPR RI Ma’ruf Cahyono

Netizen Gathering MPR RI dihadiri sekitar 40 netizen yang berasal dari Bandung, Yogyakarta, Semarang, Surabaya dan Makassar. Netizen yang hadir merupakan hasil seleksi online yang dilakukan oleh Setjen MPR RI untuk lima kota tersebut. Dari bandung sendiri ada 7 orang yang lolos seleksi.

Blogger Bandung di Netizen Gathering MPR
Blogger Bandung bersama Kabiro Humas MPR Ma’ruf Cahyono dkk di Netizen Gathering MPR

Netizen yang hadir kemudian dibagi menjadi dua kelompok. Masing-masing kelompok terdiri dari perwakilan dari tiap daerah. Satu kelompok membahas tentang tools yang efektif untuk mendukung tugas MPR. Satu kelompok lagi membahas tentang content kreatif yang bisa digunakan oleh MPR untuk mencapai tujuannya.

Diskusi kelompok 1 netizen gathering MPR RI
Diskusi kelompok 1 netizen gathering MPR RI

Diskusi kedua kelompok tersebut secara garis besar menghasilkan usulan berikut:

  1. MPR sebaiknya menggunakan dua jalur untuk kepentingan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan, yaitu formal dan informal. Untuk website misalnya, sebaiknya ada website formal yang dikelola oleh MPR dan ada website informal yang diramaikan oleh netizen.
  2. Kawan-kawan blogger, dengan kreativitasnya masing-masing, bersedia membantu MPR melakukan sosialisasi 4 pilar. Content yang digunakan oleh blogger akan diolah dari website resmi yang dikelola oleh MPR.
  3. Menggunakan tanda pagar (tagar/hastag) #IniBaruIndonesia di sosial media untuk kampanye memasyarakatkan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia.

Langkah MPR Patut Diapresiasi

Netizen Gathering ini bolehlah kita pandang sebagai sebuah terobosan dari MPR. Ini merupakan salah satu usaha MPR untuk menyukseskan sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan. Langkah ini layak diapresiasi, bahkan diikuti oleh lembaga negara yang lainnya.

netizen gathering mpr ri
Netizen Gathering MPR RI

Setidaknya ada 3 alasan yang membuat saya berpendapat seperti itu. Pertama, lembaga negara memang perlu menyentuh lebih banyak masyarakat. Kedua, lembaga negara harus memiliki partner kreatif untuk menyukseskan program-programnya. Ketiga, kegiatan gathering seperti ini merupakan investasi untuk masa depan, karena pengetahuan yang didapat saat acara akan masuk ke alam bawah sadar dan sangat mungkin digunakan untuk bahan tulisan.

Saya pribadi berharap acara seperti ini diadakan lagi dalam skala nasional. Jejaring yang sudah terbentuk juga harus terus dirawat supaya bisa berguna untuk kepentingan bangsa dan negara. Dan sebagai penutup tulisan ini, izinkanlah saya berteriak: #IniBaruIndonesia!

Baca juga:
http://dedisetiawan.com/netizen-gathering-mpr-ri-tanda-seksinya-kaum-blogger
http://dedisetiawan.com/mpr-ri-bukan-lembaga-tertinggi-negara/
http://dedisetiawan.com/mengunjungi-keraton-surakarta-hadiningrat-dan-ber-asik-asik-jos/

9 Comments

  1. Pingback: MPR RI Bukan Lembaga Tertinggi Negara | Dedi Setiawan

  2. Pingback: Mengunjungi Keraton Surakarta Hadiningrat dan Ber-Asik-Asik Jos! | Dedi Setiawan

Leave a Reply