Netizen Gathering MPR RI, Tanda Seksinya Kaum Blogger

Masih Indonesiakah kita

Setelah sekian banyak jatuh bangun

Setelah sekian banyak tertimpa dan tertempa

Setelah sekian banyak terbentur dan terbentuk

 

Itulah penggalan puisi yang dibacakan oleh Kepala Biro Humas MPR Ma’ruf Cahyono, SH., MH., saat penutupan acara Netizen Gathering yang diadakan oleh MPR RI. Puisi itu menggugah kesadaran saya. Pesannya kuat dan jelas. Saya jadi bertanya pada diri sendiri: masih Indonesiakah saya?

Kabiro Humas MPR RI Ma'ruf Cahyono
Kabiro Humas MPR RI Ma’ruf Cahyono

Netizen Gathering MPR RI ini berlangsung pada 20-22 November 2015 di Solo, Jawa Tengah. Salah satu tujuan acara ini adalah menyerap ide netizen perihal cara paling efektif untuk sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan ke masyarakat umum. Empat Pilar Kebangsaan yang dimaksud adalah Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD Tahun 1945 sebagai konstitusi negara, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk negara, dan Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Menurut saya acara ini menarik, asyik, dan… eemmm, perlu! Menarik karena bisa bertemu dengan sesama netizen, khususnya blogger. Asyik karena bisa merasakan aura Solo. Dan perlu, karena temanya tentang kebangsaan. Kalau bukan kita yang mencintai bangsa ini, maka siapa lagi?

Dengan terselenggaranya acara ini, saya melihat MPR tidak lagi sekadar memakai cara-cara lama untuk mendukung kerjanya. Mereka berubah, mereka berbenah. Kalau selama ini lembaga pemerintahan, termasuk MPR di dalamnya, terkesan formal dan kaku, maka kali ini berbeda. Lembaga yang terkesan formal dan kaku itu sekarang menggandeng kaum yang terkesan santai dan “cair”: netizen!

seksinya kaum blogger

Bagi saya pribadi, terselenggaranya acara ini merupakan penegasan tentang seksinya kaum blogger. Blogger itu seksi, maka perlu didekati, bahkan digandeng. Kaum blogger inilah yang diharapkan bisa membahasakan 4 Pilar Kebangsaan ke Generasi Y dengan cara-cara yang kreatif dan efektif. Dengan demikian, 4 Pilar Kebangsaan bisa disosialisasikan secara lebih massif dan membumi.

4 Comments

  1. Pingback: MPR RI Bukan Lembaga Tertinggi Negara | Dedi Setiawan

  2. Pingback: Mengunjungi Keraton Surakarta Hadiningrat dan Ber-Asik-Asik Jos! | Dedi Setiawan

  3. Pingback: Netizen Gathering MPR RI: Diskusi, Usulan, dan Apresiasi | Dedi Setiawan

Leave a Reply