Sehat Itu Murah, Sakit Itu Mahal

 

“Kok saya ngerasa sering pusing ya?”

“Coba ke dokter, cek kesehatan.”

“Enggak, ah, nanti setelah cek kesehatan, malah banyak penyakit yang ketahuan.”

 

Pernah dengar percakapan seperti di atas? Atau, jangan-jangan kita sendiri yang takut mengecek kesehatan? Takut makin tahu bahwa kesehatan kita bermasalah usai melakukan cek kesehatan hehe.

 

sehat itu murah

 

Kalau dipikir-pikir, sebetulnya kita takut karena mengetahui informasi secara setengah-setengah. Kalau kita punya informasi secara utuh, tentu bisa lebih tenang. Karena, selain bisa tahu kondisi fisik, kita juga bisa mencegah supaya tidak makin parah. Semakin bagus ketika kita tahu cara mengobatinya.

 

Misalnya, ketika mendapati gula darah tinggi. Jangan keburu panik, karena yang perlu kita lakukan adalah menjaga makanan, memperbanyak gerak, dan mengonsultasikannya dengan dokter ketika memang diperlukan. Untuk sementara, hindari makanan yang glikemik indeks-nya tinggi.

 

Itu kalau kita merasa sudah ada gangguan pada tubuh. Kalau belum ada gangguan, maka akan lebih mudah lagi. Pada kondisi ideal, kita “hanya” perlu memelihara kesehatan. Seperti yang dikemukakan Dr. Handrawan Nadesul pada Butir-Butir Hidup Sehat: “Menjadi sehat sampai tua itu investasi, dan seharusnya bukan ongkos. Apabila sejak kecil benar melakoni hidup sehat, selain umur lebih dapat diulur, ongkos yang harus dikeluarkan untuk berobat menjadi minimal”.

germas 2017

 

Kalau mengacu pada Germas, setidaknya ada tiga kegiatan yang menjadi fokus pada tahun 2017, yaitu  melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi sayur dan buah, dan memeriksa kesehatan secara rutin. Selain itu, masih ada kegiatan lainnya, seperti tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, membersihkan lingkungan, dan menggunakan jamban.

 

Kalau dipikir-pikir, sehat itu murah dan sakit itu mahal. Kalaupun tetap ada yang menganggap sehat itu mahal, setidaknya masih bisa dicicil per hari. Untuk menu nasi, sayur bayam, tempe, ikan, dan pisang, harganya masih bisa dijangkau dengan kocek 30 ribu per hari.

 

Coba bandingkan dengan biaya pengobatan radang tenggorokan yang bisa mencapai angka jutaan dan tidak bisa dicicil. Belum lagi untuk pengobatan penyakit yang berat, seperti jantung, stroke, kanker, dan lainnya. Tapi, kalaupun biaya berobat bisa dicicil per hari, semoga kita semua tidak perlu mencicilnya. Caranya? Dengan berusaha hidup sehat 🙂

 

4 Comments

  1. Pingback: Cemas Soal Kesehatan? Yuk, Dukung Germas! | Dedi Setiawan

Leave a Reply