The Power of Punten

punten maaf

Siang itu, di depan Stasiun Hall Bandung yang biasa macet. Saya juga ikut berpartisipasi membuat kemacetan itu. Saya buru-buru. Bisa selap-selip karena pakai motor. Tapi, tiba-tiba… braaak!

Saya merasa motor saya ditabrak dari belakang. Langsung saya menoleh ke belakang, memasang wajah menantang. Ah, lagi buru-buru, macet-macet, ditabrak pula!

Orang yang menabrak langsung salah tingkah. Gestur tubuhnya menunjukkan bahwa ia mengaku salah. Suaranya terdengar meminta maaf, “Punten, A’.”

Kejadian itu hanya beberapa detik. Saya langsung tancap gas ketika mendengar permintaan maaf darinya. Tapi kemudian saya agak menyesal. Dia, kan, sudah meminta maaf, kenapa tadi saya tidak senyum?

Ya, begitulah. Satu permintaan maaf memang bisa menyelesaikan masalah. Bahkan bisa membuat orang yang dimintai maaf menjadi merasa bersalah jika tidak memaafkan. Tidak percaya? Silakan coba. Tapi ingat, belum tentu berhasil hehe.

2 Comments

Leave a Reply