Gampang-Gampang Susah Memilih TK

 

“Di TK, anak-anak gak diajarin baca-tulis,” kata istri, setelah pertemuan antara guru TK dan orang tua siswa.

 

Hari-hari kemudian saya cek ke Sofia, “Tadi belajar apa di sekolah?”

 

“Gak belajar. Cuma main-main aja.”

 

Dalam hati saya tertawa. Sudah benar jawabannya. Sudah benar juga informasi yang diberikan oleh gurunya. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.

 

Saya memasukkannya ke TK memang bukan untuk belajar baca-tulis. Saya cuma ingin dia bergaul. Saya ingin dia belajar mendengarkan orang lain.

 

Apakah saya benar? Bisa jadi. Apakah saya salah? Bisa jadi. Tergantung orang yang menilai.

 

Eh, tunggu, untuk apa keputusan saya dinilai oleh orang lain? Untuk apa juga saya menilai keputusan orang lain? hehe.

 

Memilih pendidikan anak merupakan urusan orang tua masing-masing. Idealnya, yang paling tau ya orang tuanya. Maka saya sering menghindari memberi penilaian terhadap pilihan pendidikan seorang anak. Ngapain ngasih penilaian, diminta aja enggak :D.

 

Memilih sekolah untuk anak kecil memang gampang-gampang susah. Gampang-gampang susah bagi orang tuanya. Karena mereka yang punya visi. Mereka yang tau kelebihan dan keterbatasan mereka. Anak sih tinggal mengikuti.

 

Misalnya Sofia. Ketika memasukkannya ke TK, kami ingin dia belajar berteman dan mendengarkan orang lain. Maka kami merasa cukup menyekolahkannya di TK dekat rumah.

 

Sekolah gak ngajarin baca-tulis? Gak papa. Gak ngajarin ngaji? No problemo. Selesai sampai di situ? Belum, karena kami harus memikirkan dia mau masuk SD mana.

 

Kalau mau disekolahkan di negeri, maka dia harus bisa baca-tulis sebelum masuk SD. Kenapa? Karena, ehem, guru SD negeri biasanya punya keterbatasan waktu untuk mengajar baca-tulis ke murid kelas satu. Anak yang belum bisa baca-tulis bakal tertatih-tatih. Jadi, untuk saat ini, menyerahkan pelajaran baca-tulis ke guru SD negeri tidak menjadi pilihan kami.

 

Tentu kami harus mencari solusi atas masalah ini: di TK gak belajar baca-tulis, tapi sebelum masuk SD harus bisa baca-tulis. Jangan kelamaan misuh-misuh karena itu bukan solusi hehe. Ingat, tempat belajar tidak hanya di sekolah. Sesuatu yang tidak diajarkan di sekolah, jika memang perlu, maka carilah di luar sekolah.

 

Kalau dia mau disekolahkan di swasta, maka urusan baca-tulis masih bisa ditawar. Guru sekolah swasta yang mahal bagus, idealnya punya banyak waktu untuk mengajar baca-tulis ke murid kelas 1. Tinggal nanti memilih sekolah yang sesuai dengan visi keluarga – dan, ehem, isi kantong.

 

Sampai tahap ini, sebenarnya saya mau meralat judul tulisan ini. Mestinya begini: Gampang-Gampang-Gampang Memilih TK. Syaratnya, kita mesti tau apa yang kita mau.

 

Jadi, nanti gak perlu repot-repot membandingkan perkembangan anak kita dengan anak orang lain. Karena anak orang lain dibentuk sesuai keinginan orang tuanya. Kita cukup menjaga perkembangan anak kita agar berada di jalur yang kita inginkan. Ini membuat kita tenang dan anak senang.

One Comment

Leave a Reply