Menjalin Chemistry Generasi Milenial dan Koperasi

Kata “koperasi” selalu membawa ingatan saya ke masa kecil. Kala saya melompat dari meja ke meja di ruang tamu yang disulap menjadi kantor koperasi. Saya memang lebih dahulu akrab dengan kantor koperasi daripada ruang kelas di sekolah. Maklum, di tahun 90-an orang tua saya mendirikan koperasi di daerah tempat kami tinggal.

 

Saya baru sadar bahwa koperasi memiliki potensi untuk turut membangun negeri ketika mengunjungi Industrie- und Handelskammer für München und Oberbayern, Jerman. Kalau di Indonesia, lembaga itu seperti Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN). “We bring people together to help each other,” kata mereka, saat menjelaskan tentang semangat kebersamaan.

 

Di Jerman, koperasi sudah menjadi solusi ketika terjadi kesulitan ekonomi pada abad 19. Saat itu Friedrich Wilhelm Raiffeisen bersama kaum buruh dan petani mendirikan koperasi bernama Credit Union (CU). Koperasi itu terus berkembang dan menyebar ke seluruh dunia. Selain di Jerman, koperasi juga berkontribusi di banyak negara, seperti Prancis, Inggris, Denmark, Swedia, Amerika, Jepang, Korea Selatan, Thailand, India, Filipina, dan Malaysia.

.

.

Lantas, bagaimana dengan koperasi di Indonesia?

 

Di Indonesia, koperasi juga lahir sebagai usaha untuk keluar dari keterbelakangan ekonomi. Idenya telah diperkenalkan jauh sebelum zaman kemerdekaan oleh R. Aria Wiraatmadjapada pada 1896 . Koperasi merupakan solusi bagi rakyat untuk keluar dari cengkraman “lintah darat”, tukang ijon, dan tengkulak.

 

Setelah Indonesia merdeka, koperasi ditetapkan sebagai soko guru perekonomian Indonesia. Hal itu dijelaskan oleh Bung Hatta saat berbicara tentang Undang-Undang Dasar (UUD) Republik Indonesia tahun 1945 pasal 33.

Pidato Bung Hatta saat Peringatan Hari Koperasi 12 Juli 1951

 

Konsep koperasi di Indonesia dijelaskan dengan baik oleh Kemenkop RI melalui video berikut:

.

.

Koperasi dalam Angka

 

Data tiga tahun terakhir menunjukkan penurunan jumlah koperasi. Dari segi kuantitas tentu menimbulkan kekhawatiran. Tapi, dari segi kualitas bisa menghadirkan optimisme. Sebab hanya koperasi yang benar-benar sehat yang terdata. Hal itu merupakan konsekuensi logis dari reformasi total yang dilakukan Kementerian KUKM RI melalui program reorientasi dan rehabilitasi.

 

Jumlah koperasi aktif tahun 2016, 2017, dan 2018

 

Reformasi yang dilakukan oleh Kementerian KUKM RI membuahkan hasil positif. Meski jumlah koperasi menurun, tapi partisipasi masyarakat meningkat. Jumlah anggota koperasi meningkat dalam tiga tahun terakhir.

 

Jumlah anggota koperasi tahun 2016, 2017, dan 2018

 

Peningkatan jumlah anggota koperasi ternyata berbanding lurus dengan jumlah aktivitas ekonomi. Dalam tiga tahun terakhir terjadi peningkatan kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) koperasi terhadap PDB nasional. PDB merupakan jumlah total keseluruhan nilai barang dan jasa yang dihasilkan pada periode tertentu.

 

Persentase kontribusi PDB koperasi terhadap PDB nasional pada tahun 2016, 2017, dan 2018

.

.

Agar Koperasi Tumbuh dan Berkembang

 

Koperasi harus bertransformasi menjadi koperasi zaman now agar terus tumbuh dan berkembang. Cara pandang lama tidak bisa digunakan untuk menaklukkan tantangan baru. Untuk itu, ada beberapa hal yang perlu dilakukan, seperti mendekati generasi milenial, menciptakan sistem kerja yang mengakomodasi pontensi mereka, dan menanamkan kembali jati diri koperasi.

.

.

Koperasi dan Generasi Milenial

 

Tahun 2020, ketika Indonesia mulai mendapatkan bonus demografi, jumlah generasi milenial (juga disebut generasi Y) berada pada rentang umur 20-40 tahun. Usia tersebut merupakan usia produktif yang menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia. Generasi ini merupakan mayoritas, yaitu sekitar 46 persen. Jika koperasi ingin lebih baik, maka generasi milenial harus didekati.

 

Komposisi angkatan kerja berdasarkan generasi, yaitu generasi baby boomers, generasi X, generasi Y (disebut juga generasi milenial), dan generasi Z.

.

.

Keterhubungan

 

Salah satu ciri generasi milenial menurut KemenPPPA RI adalah keterhubungan (connected). Mereka ingin terhubung baik dalam pergaulan maupun pekerjaan. Kebutuhan ini direspons dengan baik oleh Multi Inti Sarana Grup dengan meluncurkan coopRasi yang terdiri dari core system dan mobile apps.

 

Contoh tampilan cooprasi apps. [sumber: www.cooprasi.id]

Cooprasi sudah dilengkapi dengan Enterprise Resource Planning (ERP). Di dalam ERP setidaknya terdapat modul purchasing, sales, warehouse, finance, dan accounting. Berbekal mata kuliah ERP di program pascasarjana sebuah kampus teknologi di Bandung, saya mengerti bahwa modul-modul ini akan mempermudah dan mempercepat proses bisnis koperasi.

.

.

Cara Kerja yang Cepat dan Kreatif

 

Saat mengukuti pelatihan Design Sprint yang diadakan oleh DesignSprintID beberapa waktu lalu saya mendapat informasi tentang Handelsbanken. Perusahaan asal Swedia itu berhasil meraih tiga predikat sekaligus: the most efficient, the most profitable, dan the most loyal customers.

 

Prestasi dan kebijakan Handelsbanken [sumber: slide pelatihan Design Sprint oleh DesignSprintID

Prestasi tersebut justru didapat ketika perusahaan itu tidak melakukan proses penyusunan anggaran (budgeting), tidak menentukan target penjualan, dan memiliki struktur perusahaan yang ramping dan berbentuk piramida terbalik.

 

Hierarki Handelsbanken [sumber: [sumber: slide pelatihan Design Sprint oleh DesignSprintID]

Rahasia dari gebrakan itu adalah kreativitas. Ini sejalan dengan ciri lain dari generasi milenial menurut KemenPPPA RI, yaitu kreatif. Mereka memiliki ide yang out of the box.

 

Untuk itu, para milenial sudah sewajarnya merancang dan menjalankan program kerja yang tangkas (agile). Mereka bisa mencoba menggunakan design thinking, lean start-up, design sprint, dan scrum. Ini merupakan perangkat untuk menghasilkan ide-ide segar, mulai dari cara memandang masalah, mencari solusi, merancang program, sampai dengan menjalankan program yang bisa beradaptasi secara cepat dengan perubahan lingkungan.

Spektrum inovasi [sumber: Geert Claes / www.medium.com]
.

.

Kembali ke Jati Diri Koperasi

 

Setelah ide-ide yang hebat di atas, sampailah kita ke hal yang paling penting, yaitu kembali mengampanyekan jati diri koperasi. Menurut Bung Hatta, tujuan Koperasi bukanlah mencari laba yang sebesar-besarnya, melainkan melayani kebutuhan bersama. Koperasi lebih dimaksudkan sebagai lembaga self-help yang membantu para anggotanya.

 

Kalau sekadar saling membantu dalam menjalankan bisnis, contohnya sudah banyak. Perusahaan ojek online terbesar justru tidak memiliki armada angkutan umum, perusahaan penyedia penginapan terbesar justru tidak memiliki hotel, dan penyedia lapak jualan (marketplace) terbesar justru tidak memiliki toko. Kemunculan raja-raja baru dalam dunia bisnis merupakan bukti unggulnya konsep sharing economy. Mereka merupakan contoh suksesnya kolaborasi antara korporasi dan masyarakat pemilik aset.

 

Namun, mereka bukanlah koperasi. Jika konsep sharing economy itu dilengkapi dengan konsep koperasi, maka efeknya akan lebih dahsyat. Kenapa? Karena setiap orang yang terlibat di bisnis itu akan turut memiliki saham perusahaan. Mereka akan berkembang dan sejahtera bersama.

 

 

Sepintas memang tampak aneh. Membangun usaha, tapi tujuannya utamanya bukan mendapatkan untung sebesar-besarnya. Bukannya tak boleh untung, tapi mereka mengutamakan untuk saling bantu. Kebijakan perusahaan bukan ditentukan oleh perorangan, melainkan oleh semua anggota. Mungkinkah generasi milenial mau melakukannya?

 

Sangat mungkin. Karena, menurut Indonesia Millenial Report 2019, generasi milenial memiliki jiwa nasionalis tanpa kepentingan politis. Karakter inilah yang akan membentuk chemistry antara generasi milenial dan koperasi. Dan melihat jumlah generasi milenial yang mayoritas, kita semua bisa berharap: semoga hal tersebut menjadi tren di tahun-tahun mendatang. []

 

—-

.

Bacaan:


  • Hatta, Mohammad. 2011. Untuk Negeriku: Bukttinggi – Rotterdam Lewat Betawi. Penerbit Buku Kompas: Jakarta.
  • Majalah Intisari edisi khusus: Hatta, The Untold Story. Agustus 2016. Kompas Gramedia
  • Pidato Menteri KUKM RI pada Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-71 Tahun 2018
  • Pidato Menteri KUKM RI pada Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-72 Tahun 2019
  • Proyeksi Penduduk Indonesia 2015-2015. Badan Pusat Statistik RI.
  • Statistik Gender Tematik: Profil Generasi Milenial Indonesia. 2018. Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.
  • Indonesia Millennial Report 2019. IDN Research Institute.
  • Sejarah Kementerian Koperasi dan UKM http://www.depkop.go.id/sejarah-kementerian
  • Sejarah Perkembangan Koperasi di Dunia dan di Indonesia. https://pipnews.co.id/lipsus/sejarah-perkembangan-koperasi-di-dunia-dan-di-indonesia/
  • What is a cooperative? https://www.ica.coop/en/cooperatives/what-is-a-cooperative
  • When, which … Design Thinking, Lean, Design Sprint, Agile? https://medium.com/@geertwlclaes/when-which-design-thinking-lean-design-sprint-agile-a4614fa778b9

 


 

Leave a Reply